Featured Article
Latest Post

Monday, November 21, 2011

Asal Penemuan Mie Instan



mie-instanMie instan sudah merupakan salah satu makanan terfavorit warga Indonesia. Bisa dipastikan hampir setiap orang telah mencicipi mie instan atau mempunyai persediaan mie instan di rumah. Bahkan tak jarang orang membawa mie instan saat ke luar negeri sebagai persediaan “makanan lokal” jika makanan di luar negeri tidak sesuai selera. Semua orang yang menyukai “Mie Instant” makanan cepat saji yang mudah dinikmati berbagai kalangan. Kita sepantasnya berterima kasih kepada Momofuku Ando. sejarah penemuan mie instan dan Kakek yangberkebangsaan Jepang yang lahir di Taiwan pada tahun 1911 ini, ialah manusia pertama yang menemukan cara membuat mie instan.
Dari hasil kerja keras dan jerih payahnya, semua orang kini bisa menikmati kelezatan mie instan dengan pilihan rasa yang beraneka ragam. Makanan cepat saji yang mempunyai banyak penggemar ini, masuk ke Indonesia pada pertengahan 1960-an.

Biografi Momofuku Ando:
noodlefounder_narrowweb 

Momofuku Ando
Ditinggal orang tuanya, Ando (panggilan akrabnya) yang baru berumur 3 tahun, harus membantu neneknya mengurusi rumah. Balita ingusan itu harus menjaga toko, belum lagi untuk mencuci pakaian dan mamasak. Hasilnya positif, ia menjadi pintar memasak, sebaliknya sekolahnya malah terlantar.
Profesi sebagai seorang pedagang ialah impiannya. Harta peninggalan orang tuanya pun digunakan untuk berdagang pakaian rajutan di Taiwan dan Osaka, Jepang. Usahanya terbilang maju. Ia pun bisa kembali ke bangku sekolah menyelesaikan pendidikan yang sempat terbengkalai.
Namun, di dalam perjalannya, ia dituduh korupsi dalam perdagangan senjata dan onderdil pesawat terbang. Ia lantas dijebloskan ke penjara. Setelah 2 tahun hidup di Hotel Prodeo, ia lalu dibebaskan. Pada 1956, satu-satunya harta yang tertinggal hanyalah rumah.

Ide Kreatif
tuhoe-10-tameh-mie-aceh

Masa itu Amerika Serikat sedang gencar-gencarnya menyumbangkan gandum ke Jepang yang sedang dalam paceklik pangan. Harga terigu menjadi murah. Pemerintah Jepang pun menganjurkan rakyatnya mengonsumsi roti dan terigu sebagai pengganti nasi.

Melihat banyak orang melahap mie, di dekat toserba hankyu, Osaka, pikiran Ando pun terbuka. Ia berfikir, mengapa tidak membuat mie dari terigu? Bukankah orang Jepang sangat menyukai mie? Apalagi mie dirasa enak, murah, tahan lama, dan tidak sulit dalam mengolahnya.

Ide liar itu pun terus bergulir di benaknya. Cuma ia tidak mau membuat mie biasa yang sudah banyak beredar di pasaran. Ia ingin membuat mie dalam bentuk lain yang enak, lebih cepat, mudah diolah, serta gampang didapat dimana-mana.

Secara perlahan namun pasti, Ando mulai mewujudkan impiannya, dengan membeli mesin pembuat mie, dan bereksperimen membuat mie instant di emper halaman belakang rumahnya. Mula-mula mie digoreng agar lebih awet, gurih, dan cepat diolah.

Lalu menimbang-nimbang rasa yang pas untuk kuah mie racikannya itu, di pilihnyalah kuah ayam, karena itu merupakan yang netral. Ando membawa contoh mie instannya ke sebuah toko serba ada. Ternyata, semuanya ludes hari itu juga tanpas sisa. Kejadian itu terjadi di tahun 1958.

Emperan rumahnya tak kuasa menampung pesanan. Ia memindahkan usahanya ke sebuah gudang kosong di Osaka. Di sana Ando membuat mie instant dengan dibantu oleh keluarganya. Sejak itulah perusahaan-perusahaan besar berebut ingin menjadi penyalur mie instannya.

Pada desember 1958, Ando menamai perusahaannya “Nissin Foods”. Beberapa bulan kemudian ia pindah ke sebuah pabrik seluas 20.000 m² (20 Ha). Tahun 1960, ia membuka pabrik kedua, dan tahun berikutnya lahir pabrik baru lagi.

Usahanya lewat mie instan pun semakin berkembang. Meski mie instant laris manis, ia tak bosan-bosan bereksperimen untuk terus memperbaiki mutunya. Bahkan, ada keinginan memperkenalkan dan mejualnya hingga ke luar negeri.

Untuk menjajaki kemungkinan itu, ia pergi berkeliling Eropa dan Amerika tahun 1966. Disana ia melihat orang makan mie dengan garpu, tanpa kuah, dan memakai piring, karena menyeruput mie dianggap tidak sopan.
Lalu Ia juga mengamati ada kaldu yang bisa dilarutkan dengan air panas, tanpa harus dimasak. Ada gelas kertas sekali pakai, dan juga kertas aluminium sebagai wadah kedap udara.

Ando pun mendapat ilham kembali untuk membuat mie instant dalam wadah berbahan stereo foam, yang lantas ditutup rapat dengan lembaran aluminium foil. Mie gelas itu tidak perlu dimasak, cukup diseduh. Supaya tidak hancur terkocok-kocok, mie dibuat lebih tebal, disediakan pula garpu untuk memakannya.

Di puncak keberhasilannya, Ando yang pada tahun 1988 genap berumur 77 tahun, membuka Foodeum di Shinjuku, Tokyo. Gedung itu disebut pula “ISTANA MIE”, karena mempunyai beberapa restoran mie, tempat disko, dan museum mie.

sumber: kaskus.us (http://adhimsa.com/uncategorized/asal-penemuan-mie-instan.html)

Sunday, November 20, 2011

BOCAH LUAR BIASA

Ceritaku, Renungan, Motivasi

Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China.

Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras, pantang menyerah, dan perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.

Sejak ia berusia 10 tahun (tahun 2001) anak ini ditinggal pergi ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan.

Kondisi ini memaksa bocah ingusan yang belum genap 10 tahun ini mengambil tanggungjawab yang berat. Ia harus sekolah, mencari makan untuk Papanya dan dirinya sendiri, ia juga memikirkan obat-obat yang tidak murah untuk ayahnya. Dalam kondisi seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.
Ia terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit. Ia salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan Papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.
Lembaran baru dalam hidupnya adalah dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui.

Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan.
Setelah pulang sekolah di siang hari dan sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya.

Hidup seperti ini dijalani 5 tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. Zhang Da merawat Papanya yang sakit sejak umur 10 tahun. Ia menggendongnya ke WC, menyeka dan memandikan papanya, ia membeli beras, membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dikerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.

Zhang Da menyuntik sendiri papanya. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli.
Yang membuatnya luar biasa, ia belajar bagaimana seorang suster menyuntik pasiennya. Setelah ia rasa mampu, ia nekat untuk menyuntik papanya sendiri. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya ± 5 tahun, maka Zhang Da sudah terampil dan ahli menyuntik.

Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, pembawa acara (MC) bertanya kepadanya,
“Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu ? Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah ?. Besar nanti mau kuliah di mana, apa yang kau idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu”
Zhang Da terdiam tidak menjawab. MC berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu.” 

Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar ia jawab, “Aku mau mama. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan, Mama kembalilah”
Semua yang hadir spontan menitikkan air mata terharu. Tidak ada yang menyangka apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya ?

Mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat rumah sakit ? Mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, pasti semua akan membantunya. Mungkin yang dimintanya, itulah yang terutama baginya. Aku mau Mama kembali, sebuah ungkapan yang mungkin dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

Kisah di atas bukan saja mengharukan namun juga menimbulkan kekaguman. Seorang anak berusia 10 tahun dapat menjalankan tanggung jawab yang berat selama 5 tahun. Kesulitan hidup telah menempa anak tersebut menjadi sosok anak yang tangguh dan pantang menyerah.
Zhang Da boleh dibilang langka karena sangat berbeda dengan anak-anak modern. Saat ini banyak anak yang segala sesuatunya selalu dimudahkan oleh orang tuanya. Karena alasan sayang, orang tua selalu membantu anaknya, meskipun sang anak sudah mampu melakukannya. 

dikutip dari - Andre Wahjudibroto
Sumber.http://gudangide-ideastore.blogspot.com/2011/06/bocah-luar-biasa.html

Saturday, November 19, 2011

Penemu Kertas



Tsai Lun (50-121 M)
Penemu Kertas yang Nyaris Dilupakan Sejarah

DIBANDINGKAN dengan Johann Gutenberg (1400-1468), nama Tsai Lun tidak terlalu populer. Michael H. Hart, penulis buku Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah (1978), menyebutkan betapa sangat sedikit ensiklopedi di Barat yang mencantumkan nama Tsai Lun. Padahal, jauh sebelum Gutenberg memengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan lewat mesin cetak yang diciptakannya pada 1456, Tsai Lun telah memulai upaya tersebut dengan menciptakan kertas pada 105 Masehi. Catatan tentang penemuan kertas ini terdapat dalam penulisan sejarah resmi Dinasti Han.

Tsai Lun dilahirkan di Guiyang (sekarang termasuk wilayah Provinsi Hunan) tahun 50 Masehi, pada masa pemerintahan Dinasti Han. Dalam bahasa tradisional Cina, nama Tsai Lun dilafalkan dengan Cai Lun. Cai Jingzhong adalah nama kehormatan yang diberikan kepadanya.

Tsai Lun mengawali karier intelektualnya sebagai pegawai negara pada pengadilan kekaisaran. Setelah mengabdi sebagai pegawai kaisar sejak tahun 75 Masehi, Tsai Lun memperoleh banyak penghargaan dan kenaikan pangkat. Pada tahun 89, Tsai Lun dipromosikan sebagai sekretaris dalam pekerjaan tulis-menulis kerajaan. Tahun itu juga, Tsai Lun memperoleh jabatan pada kantor yang berwenang dalam pabrikasi senjata.

Sebelum Tsai Lun menciptakan kertas, buku-buku di Cina umumnya dibuat dari bambu dan bahan sutra. Selain kaku, ”buku bambu” ini cukup berat. Seseorang memerlukan satu gerobak untuk membawa sejumlah buku yang diperlukannya. Sedangkan buku dari bahan sutera diterbitkan dalam eksemplar terbatas, sehingga tidak semua orang dapat memperoleh bacaan bermutu karena mahalnya bahan-bahan bacaan dari sutra. Gagasan menciptakan kertas dipengaruhi oleh kenyataan betapa tidak praktis dan mahalnya medium tulis-menulis dari bahan-bahan tersebut.

Tsai Lun menciptakan kertas dari kulit pohon murbei dan mempersembahkan temuannya itu kepada Kaisar Han Ho Ti. Konon, Kaisar sangat girang dengan penemuan ini. Sejak itu, kertas digunakan secara luas di Cina, dan bangsa Cina menyebut kertas hasil ciptaan Tsai Lun ini dengan ”kertas dari Bangsawan Tsai”. Penemuan ini pada gilirannya membawa pengaruh besar dalam sejarah perkembangan peradaban di Cina, terutama dalam peningkatan melek aksara. Orang-orang Cina kemudian menghubungkan nama Tsai Lun dengan penemu kertas, dan namanya tersohor di seluruh Cina. Dengan penemuan itu, Tsai Lun diangkat menjadi bangsawan kerajaan.

Kertas bikinan Tsai Lun diolah dengan merendam bagian dalam kulit murbei, lalu dipukul-pukul hingga seratnya lepas. Bersama kulit, direndam juga bahan rami, kain bekas, dan jala ikan. Setelah menjadi bubur, bahan ini ditekan hingga tipis dan dijemur. Lalu jadilah kertas yang mutunya belum sebagus sekarang.

Cina mempertahankan dan menjaga rahasia cara pembikinan kertas ini selama lima abad. Teknik pembuatan kertas tersebut kemudian jatuh ke tangan orang-orang Arab pada masa Dinasti Abbasiyah, ketika pasukan Dinasti Tang kalah dalam Pertempuran Sungai Talas pada tahun 751 Masehi. Beberapa tenaga ahli pembikin kertas tertawan dan dibawa oleh orang-orang Arab. Para tawanan perang ini diminta mengajarkan cara pembuatan kertas, sehingga di zaman Abbasiyah muncullah pusat-pusat industri kertas. Kertas kemudian diproduksi di Bagdad dan Samarkand, yang seterusnya menyebar ke seluruh dunia Arab. Mulai saat itu, kemajuan kebudayaan dan ilmu pengetahuan berpindah ke dunia Arab sampai abad ke-15.

Pengetahuan mengenai cara pembuatan kertas menyebar tidak hanya di daratan Timur Tengah, tetapi meluas hingga ke Barat dan beberapa negara Eropa. Bangsa Eropa tidak belajar pembikinan kertas di Cina, tetapi dari orang-orang Arab, terutama setelah terjadinya Perang Salib. Dengan penyebaran ini, cara pembikinan kertas mengalami kemajuan secara bertahap, s\ehingga kualitasnya menjadi lebih baik.

Mengingat besarnya jasa Tsai Lun dalam memengaruhi perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan, Michael H. Hart menempatkan Tsai Lun pada urutan ke-7 dari seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah, satu tingkat di atas Gutenberg. Buku Hart ini menjawab keragu-raguan kalangan di Barat yang mengabaikan nama Tsai Lun dalam ensiklopedinya. Buku ini juga sekaligus membongkar prasangka tentang kebenaran keberadaan Tsai Lun sebagai penemu kertas.

Saat ini, kertas telah menjadi salah satu penunjang utama dalam bisnis penerbitan dan dunia kreatif penulisan. Bayangkan jika koran, majalah, koleksi buku, dan catatan harian kita masih dalam bentuk gulungan lontar, tumpukan tulang, atau timbunan kulit binatang. Betapa ruwet dan tidak praktisnya kegiatan baca-tulis dan sistem pengarsipan dengan bahan-bahan yang berat dan kaku seperti itu. Untunglah Tsai Lun menemukan material pengganti yang lebih ringan dan sederhana.

Tsai Lun meninggal dengan menenggak racun pada tahun 121 Masehi, setelah ia dikeluarkan dari istana karena terlibat dalam komplotan antikaisar. Untuk menghormati jasanya, sebuah kuil didirikan di Chengdu, di mana ratusan keluarga melibatkan diri dalam indusri pembikinan kertas.

Sumber: http://gudangide-ideastore.blogspot.com/2009/05/penemu-kertas.html

Friday, November 18, 2011

Johnny Andrean: Melahirkan Ide-ide Kreatif dari Jalan-jalan

Thursday, April 1st, 2010
oleh : Taufik Hidayat

Di luar kesibukannya sebagai pebisnis salon sukses, Johnny Andrean punya hobi tak kalah mengasyikkan: traveling alias jalan-jalan. Demi memenuhi hobinya itu, minimal empat kali dalam setahun Johnny bersama istrinya, Tina Andrean, meluangkan waktu ke luar negeri. Berbagai penjuru kota di dunia disinggahinya, mulai dari Paris, Monaco dan Venesia hingga Dubai, Jepang dan Korea. 

Bagi pria yang dikenal sebagai hair stylish terkemuka yang memiliki tak kurang dari 150 salon di seluruh Indonesia ini, jalan-jalan bukan sekadar memenuhi kesenangan belaka. Sebab, traveling inilah yang memberinya kesempatan menggali ide-ide kreatif dan mengasahnya untuk kepentingan bisnis. “Melalui traveling itu, ide-ide kreatif selalu muncul, ujar sang istri, Tina.

Salah satu hasil petualangannya demi melahirkan ide kreatif terlihat di tahun 2003, tatkala pria berambut gondrong ini berhasil ditunjuk menjadi master franchise roti Bread Talk yang berkantor pusat di Singapura. Secara berani, Johnny menawarkan gerai roti yang berbeda dari lainnya: gerai Bread Talk didesain terbuka dan transparan, sehingga memungkinkan konsumen melihat proses produksi, dan wangi khas rotinya dapat “mengepung” pusat perbelanjaan di mana gerai itu berada. Akibatnya, pengunjung pun terpancing untuk singgah ke gerainya. 

Berkat pendekatan yang berani — menampilkan dapur yang terbuka dan transparan — gerai Bread Talk laris manis diserbu pelanggan. Bahkan, sejak awal peluncurannya pelanggan rela antre untuk bisa membeli roti yang harganya tak bisa dikatakan murah itu. Antrean panjang di gerai-gerai Bread Talk kini seolah-olah menjadi tren gaya hidup baru bagi masyarakat kota besar.

Sukses dengan Bread Talk, diikuti sukses Johnny yang lain di bisnis food & beverage. Tahun 2005 dia masuk ke bisnis donat dan kopi dengan mengibarkan J-Co Donuts & Coffee. Johnny punya obsesi untuk merek besutannya ini: menjadi pemain global. Untuk itu, dia pun mau melakukan survei dan riset ke berbagai negara, seperti Australia, Amerika Serikat, Jepang dan berbagai negara Eropa. Mimpinya adalah menciptakan donat yang sempurna, yang diterima lidah dan mendorong gaya hidup modern di perkotaan.

Lagi-lagi, J.Co juga mendapat sambutan pasar yang luar biasa. Dalam waktu singkat kini ada lebih dari 40 gerai J.Co yang tersebar di berbagai kota di Tanah Air. Bahkan, J.Co pun telah merambah negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.

Baik Bread Talk maupun J.Co memperlihatkan kecerdasan Johnny memaksimalkan jiwa kreatifnya. Produknya selalu berbeda dari produk lain di kategorinya. Dia berhasil menjadikan produk yang dibesutnya sebagai another product. Pertanyaannya, kok bisa?

“Inovasi merupakan sebuah keharusan. Karena itu, dibutuhkan kreativitas yang tinggi untuk membuat produk yang dibesut selalu tampil segar,” ungkap Tina tentang prinsip suaminya. Menurut sang istri, sumber kreativitas itu kebanyakan diperoleh dari hasil jalan-jalan.“Melalui traveling itulah ide-ide tersebut timbul,” ujarnya. Dia menggambarkan, ketika pergi ke suatu daerah dan mencoba sutu makanan yang enak, mereka biasanya selalu mempertimbangkan mengapa tidak coba buat sendiri. “Inspirasinya dari hasil traveling itu, tapi disajikan dalam bentuk yang lain dan disesuaikan.” 

Tak jarang Johnny dan Tina sengaja memilih tujuan traveling karena maksud tertentu. Kebetulan Johnny merupakan sosok orang yang mau belajar. Untuk melengkapi wawasan berbisnis, tak segan dia melakukan perjalanan khusus ke berbagai tempat yang diyakininya memiliki keunggulan di bidang tertentu. Dia belajar pemasaran di AS, rumus penyajian dia dapatkan di Eropa, dan ilmu displai produk diperolehnya di Jepang. J.Co merupakan kolaborasi dari hasil perjalanan tersebut. “Kalau tidak melakukan perjalanan,“ ujar Tina, “mungkin kami tidak akan pernah berkembang karena rasanya kami sudah pintar sendiri di dalam.” 

Johnny menandaskan, hal pertama yang harus dilakukan agar menjadi kreatif dan tetap kreatif adalah memiliki tim yang kreatif dan andal. Tim ini harus diisi orang-orang yang kreatif. ”Satu orang kreatif tidak bisa apa-apa. Dengan bersama-sama, kreativitas dan ide-ide kreatif tidak akan pernah berhenti,” ungkapnya.

Traveling, menurut Johnny, merupakan salah satu cara mengembangkan kreativitas. Maka, terkadang dia pun mengikutsertakan timnya dalam perjalanan. “Kami sering melihat pameran dan show di luar negeri,” ujarnya. Selain itu, cara lain yang juga bisa meningkatkan kreativitas adalah sering melihat gambar-gambar fashion dan tren di luar negeri.

Ungkapan Johnny dibenarkan Gita Herdi Hastarani, Manajer Pemasaran & Komunikasi Grup Johnny Andrean. Gita mengungkapkan, tidak ada satu orang khusus yang kreatif di perusahaannya. Semua hal di Grup Johnny Andrean, mulai dari salon, J.Co hingga BreadTalk, dibahas bersama dalam sebuah teamwork. ”Tidak ada satu orang yang berpikir kreatif. Semua orang dituntut untuk kreatif,” katanya menegaskan. 

Kreativitas, lanjut Gita, tidak bisa timbul dari, atau dieksekusi oleh, satu orang saja. Sehingga, di semua usaha Grup Johnny Andrean selalu diadakan rapat bersama. “Tidak hanya dari head office, kami juga mengundang para area manager dari cabang-cabang. Di situ kami brain storming bersama-sama,” ujarnya. Dari pertemuan itu, banyak muncul ide dari orang-orang operasional di lapangan selain ide-ide dari kantor pusat.

Tina menambahkan, biasanya, setelah mendapat ide, Johnny dan dirinya akan mendiskusikan ide itu bersama dan kemudian membagikan kepada staf agar mereka kembangkan. Grup Johnny Andrean memiliki tim kreatif untuk setiap bagian, sehingga terkadang berbagai diskusi terkait pembahasan ide-ide kreatif dalam rangka perencanaan inovasi dilakukan dalam tim tersebut. Sebagai contoh, Johnny memiliki Johnny Andrean Artistic Team yang anggotanya terdiri dari orang-orang yang bekerja di salon dan siswa sekolah Johnny Andrean. 

“Ketergantungan” Johnny pada kerja tim juga dibeberkan kolega dekatnya yang tidak ingin disebutkan jati dirinya. Sang kolega mengatakan, Johnny masih menjadi sosok sentral di perusahaannya. Sebagian besar ide kreatif di grup perusahaan tersebut bermula dari pemikiran Johnny. Dan, lanjutnya, ketika mendapatkan ide kreatif, Johnny tidak mau kehilangan momen sedikit pun. “Terkadang tengah malam ia mengajak diskusi tentang ide kreatifnya itu.”
Eric Pradjonggo, pemilik Cafe Cavana, membenarkan pernyataan kolega dekat Johnny itu. “Jam berapa pun itu, bahkan di luar jam kantor. Kalau merasa perlu mematangkan ide tersebut, dia akan melakukan itu.” 

Eric juga menilai Johnny sebagai orang yang spontan. Sehingga kalau ada ide, langsung digarap. “Dia tidak mau meninggalkan idenya begitu saja. Jadi, ide-idenya sering harus dibahas seketika itu juga.,” ujarnya. “Dia banyak berdiskusi dengan orang-orang di dekatnya untuk mengembangkan ide menjadi lebih detail. Tatkala ide itu bukan berasal dari dirinya, dia bisa menghubungi orang yang mengusulkan ide itu setiap waktu untuk berdiskusi. Dia tidak pernah membiarkan ide itu mandek di satu titik. Dia terus mengembangkannya,” Eric memaparkan.

Johnny juga selalu mencatat hal-hal penting. Hal ini sangat berguna kala dia melakukan pengembangan bisnis dari ide kreatifnya. Akan tetapi, di luar kebiasaannya mencatat itu, sang kolega menyebutkan bahwa Johnny memiliki ingatan yang sangat tajam.

Tina menekankan, kunci sukses Johnny adalah sikap selalu senang bekerja, selalu ingin membuat yang terbaik, serta selalu ingin meningkatkan apa yang telah dilakukan dan dibuat agar di masa mendatang jadi lebih baik lagi. Hal ini pula yang menurut Tina selalu ditekankan dalam memotivasi pegawai, sehingga mereka selalu berpendapat apa yang dilakukan sekarang belum sempurna, dan harus disempurnakan lagi. “Itulah yang menjadi momentum untuk menjadi lebih baik dan lebih baik. Biasanya apa yang menjadi ide itu kami coba dulu. Kalau nanti gagal, ya tidak apa-apa, karena gagal itu juga sebenarnya pelajaran. Melalui kegagalan kami belajar untuk masa yang akan datang. Kami tidak pernah takut gagal. Saya rasa semua orang berhasil harus gagal dulu,” papar Tina. Dia memperkirakan di antara ide-ide kreatif itu, perbandingan antara yang berhasil dan gagal sekitar 8:2. Tidak mengecewakan, bukan?
Reportase: Ahmad Yasir Saputra dan Kristiana Anissa
Riset: Siti Sumariyati

Sumber:http://swa.co.id/2010/04/johnny-andrean-melahirkan-ide-ide-kreatif-dari-jalan-jalan/

MENJADI KREATIF & PRODUKTIF


Menjadi kreatif dan produktif pastilah merupakan impian semua eksperimenter. Untuk mencapai prestasi tersebut, pastilah diperlukan usaha keras. Pada dasarnya, yang berhak menilai prestasi seorang eksperimenter adalah masyarakat. Masyarakat cenderung melihat frekuensi keberhasilan mewujudkan ide untuk menilai produktivitas seorang eksperimenter. Sedangkan untuk menilai kreativitas eksperimenter, masyarakat cenderung melihat orisinalitas dan manfaat dari ide-ide yang berhasil diwujudkannya.
Tahap pertama yang harus dilakukan seorang penulis atau seorang eksperimenter / peneliti adalah menemukan gagasan atau ide tentang apa yang hendak ditulis atau diteliti. Sampai saat ini, saya belum pernah mendengar kabar kalau ada penulis atau peneliti yang berani mengatakan bahwa menemukan ide kreatif merupakan perkara yang mudah. Demikian juga, belum ada resep cespleng yang dapat digunakan setiap orang untuk menemukan ide cemerlang. Pengalaman masing-masing penulis atau peneliti dalam menemukan ide sangatlah beragam dan unik. Oleh karena itu, sangatlah sulit untuk membuat generalisasi yang dapat dipakai oleh semua orang pada semua kasus. Namun demikian, masih terdapat beberapa kesamaan yang setidaknya dapat dijadikan referensi untuk kita semua.

Setelah menemukan ide, tahap selanjutnya adalah mewujudkan ide tersebut. Pekerjaan paling berat dan sulit harus dilakukan pada tahap ini. Oleh karena itu kegagalan juga sering terjadi pada tahap realisasi ini.
Menyadari pentingnya dua tahapan di atas, maka saya mencoba untuk berbagi pengalaman tentang hal tersebut. Pengalaman saya ini sifatnya personal dan unik sehingga sangat mungkin tidak bisa ditiru atau dialami oleh orang lain. Walaupun demikian, pengalaman tersebut setidaknyadapat dijadikan sebagai bahan pembanding atau referensi terutama bagi para eksperimenter pemula. Untuk memperkaya khasanah kita, saya juga mengundang Anda para neter untuk menuliskan di forum ini tentang pengalaman Anda sebagai eksperimenter.

KRITERIA KREATIF

Kreatif tidak sama dengan waton bedo ( asal berbeda ). Menurut pendapat saya, suatu ide dapat dikatakan kreatif jika ide tersebut BARU ( singkatan dari Bermanfaat, Asli, Realistis, dan Unggul ) :

1. Bermanfaat
Ide bernilai tinggi hanya jika berpotensi memberi manfaat bagi banyak orang atau masyarakat luas dalam mengatasi masalah yang mereka hadapi. Ide yang demikian, berpeluang besar untuk memberi keuntungan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun penemunya.

2. Asli
Ide bernilai tinggi jika benar-benar asli ( orisinil ) bukan tiruan, curian atau jiplakan dari ide orang lain. Selain itu juga bukan merupakan duplikasi tanpa sengaja dari ide orang lain yang sudah lebih dulu diwujudkan dan atau dipublikasikan

3. Realistis
Ide sederhana yang relatif mudah diwujudkan sering kali jauh lebih berharga daripada ide muluk-muluk yang hanya merupakan otopia belaka.

4. Unggul
Ide baru juga bernilai tinggi hanya jika mempunyai keunggulan komparatif dibandingkan teknik yang sudah ada atau cara yang sudah biasa digunakan sebelumnya. Sebagai contoh : lebih murah, lebih praktis, lebih ringan, lebih hemat, lebih enak, lebih aman, dan segala kebaikan yang lainnya.

MENUMBUHKAN KREATIVITAS
Ide kreatif tidak jatuh begitu saja dari langit ketika orang lagi bengong seperti mendapat wangsit. Prinsipnya, barang siapa tidak menanam maka dia tidak akan memetik hasilnya. Bibit-bibit ide kreatif perlu ditanam, dipupuk, dan disirami dalam diri kita selama bertahun-tahun bahkan selama hidup. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk hal tersebut antara lain :

1. Banyak membaca
Pada prinsipnya, mencari ide bukanlah mencari sesuatu yang berada di luar diri kita. Mencari ide adalah mencari sesuatu yang sudah ada dalam pikiran kita. Dengan banyak membaca, kita mengisi pikiran dengan bahan-bahan berupa potongan-potongan informasi yang dapat dianalogikan seperti mengumpulkan potongan-potongan puzzel. Bila rangkaian potongan-potongan puzzel informasi tersebut telah lengkap atau setidaknya hampir lengkap, maka akan tampak sebuah gambar/bentuk yang memiliki makna cukup jelas yang dapat berupa ide kreatif. Adapun potongan-potongan puzzel yang belum ada, harus dilengkapi pada saat mewujudkan ide tersebut. Bacaan tidak harus berupa buku, tetapi bisa majalah, koran, atau artikel-artikel dan jurnal-jurnal penelitian di internet. Yang penting, isinya bermutu dan sesuai dengan kebutuhan dan minat kita. Semakin banyak informasi bermutu yang kita peroleh, berarti semakin banyak potongan puzzel yang kita kumpulkan. Hal itu berarti peluang untuk mendapatkan ide kreatif semakin besar. Selain itu juga sangat membantu upaya menghindari duplikasi ( secara tidak sengaja ) ide dari orang lain yang sudah diwujudkan dan atau dipublikasikan lebih dahulu.

2. Sering mengamati
Mengamati tidak sama dengan melihat. Mengamati adalah melihat dengan mata dan otak. Kebanyakan orang, kalau melihat sesuatu benda atau kejadian yang menarik akan berhenti pada melihat dan mengagumi saja. Seorang peneliti tidak hanya sampai di situ saja, tetapi kemudian berfikir bagaimana bisa, mengapa demikian, dan seterusnya. Latihan mengamati ini perlu dilakukan sebagai kebiasaan hidup dan bukan hanya dilakukan ketika hendak meneliti saja.

3. Sering berdiskusi
Berdiskusi dengan orang lain yang mempunyai minat, pengetahuan dan skill pada bidang yang sama dengan kita sangat diperlukan untuk memperdalam dan memperluas wawasan. Namun demikian, diperlukan juga diskusi dengan orang dengan minat, pengetahuan dan skill pada bidang yang lain agar kita memiliki pemahaman yang lebih komprehensif pada aspek-aspek yang melingkupi bidang yang kita minati. Format diskusi tidak perlu formal seperti seminar atau diskusi panel. Obrolan santai sambil minum kopi justru sering lebih efektif. Manfaat serupa juga dapat diperoleh dengan mengikuti dan berpartisipasi aktif dalam forum-forum diskusi di internet.

4. Mendengar keluhan, kritik dan saran
Kalau kita bisa mendengar dan menyaring keluhan, kritik, dan saran dari orang lain, tidak jarang terdapat cikal bakal ide cemerlang yang tanpa sengaja mereka sampaikan kepada kita.

5. Mengagumi dan menikmati alam
Sesekali menikmati keindahan alam seperti gunung, sungai, danau, hutan atau laut sering memberikan banyak inspirasi.

6. Berfikir tidak mengikuti mainstream
Perlu belajar untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang berbeda dengan yang dipikirkan dan dilakukan oleh kebanyakan orang. Namun tidak asal berbeda, tapi memiliki kelebihan dibandingkan dengan cara biasa. Menulis atau menikmati humor atau cerita lucu juga dapat membantu. Saya meyakini hal tersebut karena humor akan lucu kalau ada pembengkokan logika umum ( mainstream ) secara tiba-tiba dan tidak terduga.

7. Berdoa dan mohon petunjuk dari Sang Pencipta
Segala usaha manusia tidak akan ada hasilnya jika tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.

MENANGKAP IDE KREATIF
Seorang teman kuliah di Yogya berinisial HG yang beragama Budha dan berasal dari Kalbar pernah bercerita kepada saya tentang ilham. Kejadiannya kira-kira begini :

HG : “Jika ada seberkas cahaya yang melintas di langit di tengah lautan pada malam yang sunyi, seperti itulah ilham”.
Paijo : “Melintasnya apakah berkali-kali dan lama atau bagaimana ?”
HG : “Tidak, melintasnya sekali saja dan hanya sekejab mata”
Paijo : “Kalau seperti itu, bagaimana kita dapat menangkapnya ?”
HG : “Ya kita harus datang ke laut dan berjaga sepanjang malam karena kita tidak tahu cahaya tersebut melintas di langit sebelah mana dan waktunya kapan”
Paijo : “Cahaya tersebut melintas setiap malam atau hanya malam-malam tertentu saja ?“
HG : “Yang jelas tidak setiap malam, dan tidak bisa diketahui malam yang mana”

Kemudian saya menceritakan kepadanya tentang kejadian yang saya alami ketika mendapatkan ide bagus. Setelah itu HG berkomentar bahwa apa yang saya alami tersebut merupakan pengalaman langka yang dialami hanya oleh segelintir orang yang sangat beruntung saja. Menurutnya, saya merupakan salah seorang yang dikaruniai kepekaan dan kemampuan untuk menangkap ilham tersebut. Sejak hari itu sampai sekarang, cerita kiasan tersebut ternyata telah banyak menyadarkan dan mengubah diri saya. Betapa tidak, kiasan tersebut menggambarkan betapa sukarnya menangkap ide, tapi saya telah terbukti dapat melakukannya berulang kali tanpa sengaja. Sampai hari itu, saya sendiri juga tidak mengerti bagaimana saya melakukannya. Sepertinya, semua terjadi begitu saja secara kebetulan. Sejak saat itu, saya berrtekad untuk tidak akan menyianyiakan karunia tersebut yang telah diberikan Tuhan kepada saya.

Sebagai seorang eksperimenter yang selalu penasaran, saya mencoba mencari referensi-referensi ilmiah atas apa yang saya alami tersebut dan saya berhasil mendapatkannya. Ternyata, hasil penelitian membuktikan bahwa otak tidak pernah berhenti bekerja selama pemiliknya masih hidup walaupun sedang tidur ataupun pingsan. Setelah pemiliknya mati sekalipun ( mati klinis = nafas dan jantung berhenti ), otak tidak langsung ikut mati. Jadi dapat disimpulkan bahwa otak akan terus menerus mencerna informasi-informasi yang diterimanya tanpa kita sadari. Akibatnya, kita tidak bisa mengetahui dengan tepat, kapan suatu rangkaian informasi telah selesai diproses dan menghasilkan sebuah ide baru. Namun demikian, masih ada kemungkinan untuk mengenali semacam sinyal atau tanda ketika ide baru tersebut akan muncul. Pengalaman saya, menjelang ide baru muncul biasanya ditandai dengan rasa gelisah dan keteganan ( stress ) yang meningkat tanpa sebab yang jelas. Kegelisahan atau ketegangan akan hilang dengan sendirinya ketika ide sudah muncul.

Yang sering menjadi masalah adalah waktu dan tempat munculnya ide yang tidak pernah dapat diduga-duga persis seperti dalam kiasannya. Waktunya bisa pagi, siang, sore, maupun malam. Boro-boro mau tau jamnya, bulan atau tahunnya saja tidak bisa diramalkan. Kadangkala selama bertahun-tahun tidak ada ide melintas, kadangkala dalam sebulan ada beberapa ide yang melintas. Sedangkan tempatnya bisa di dapur, kamar tidur, kamar mandi, kantor, pasar, bahkan di perjalanan. Singkatnya, kita tidak bisa memilih waktu dan tempatnya. Selain itu, durasinya sangat singkat dan tidak sepenuhnya dalam kontrol kesadaran kita ( mirip mimpi atau lamunan singkat ) sehingga cepat sekali hilang dari pikiran ( lupa total ) kalau terlambat sedikit saja untuk menyadari dan menangkap ide pokoknya. Perkiraan saya, kejadiaannya berlangsung sangat cepat dalam waktu kurang dari sepersepuluh detik. Hal tersebut seringkali membuat saya gagal menangkap ide yang muncul dan harus rela kehilangan ide tersebut mungkin untuk selamanya. Paling tidak, sampai saat ini saya belum pernah mengalami kemunculan ulang untuk ide yang pernah gagal ditangkap sebelumnya. Namun demikian, ada kemungkinan ide yang sama pernah muncul kembali dalam bentuk dan pengalaman yang berbeda dengan sebelumnya tanpa saya sadari. Segera setelah terjadi kegagalan seperti itu, saya sadar sepenuhnya bahwa barusan ada ide bagus yang melintas tapi tidak dapat mengingat sama sekali ide apa atau bahkan tentang apa. Benar-benar lupa total tentang apa yang barusan melintas di pikiran, ingat sepotongpun tidak. Karena penasaran, saya pernah beberapa kali mencoba memaksakan diri untuk mengingat-ingat yang melintas tersebut seharian selama beberapa hari, hasilnya juga nihil. Untuk menghindari kegagalan dalam menangkap ide berikutnya, biasanya saya berusaha untuk lebih waspada pada saat ada tanda-tanda akan munculnya ide. Pada saat ide tersebut muncul, biasanya berwujud seperti suara atau bayangan benda yang berkelebat sekilas di pikiran ketika sedang berfikir atau ketika sedang melakukan aktifitas sehari-hari. Untuk menangkapnya, saya lalu segera menghentikan segala aktifitas dan kemudian berfikir keras sejenak tentang apa yang barusan melintas di pikiran sampai ide tersebut tertangkap secara utuh. Untuk menghindari kelupaan, biasanya saya langsung membuat catatan atau sketsa di buku penuangan ide. Jika sedang tidak berada di rumah, saya biasanya menggunakan kertas seadanya. Jika kebetulan tidak ada sesuatupun untuk mencatat, saya visualisasikan di pikiran saya dalam waktu cukup lama dan berulang-ulang sampai saya yakin dapat mengingatnya sampai ada kesempatan untuk mencatat atau membuat sketsanya. Setelah ada waktu luang, barulah catatan atau sketsa yang saya buat tersebut dibuka kembali untuk difikirkan dan diuraikan secara lebih mendetail menjadi suatu desain. Tidak jarang terjadi bahwa ide yang sudah dicatat atau dibuat sketsanya, saya biarkan mengendap dan baru kemudian ditindaklanjuti dan diwujudkan bertahun-tahun kemudian karena ada kesenjangan yang lebar antara ide yang ada dengan kemampuan teknis yang saya kuasai. Meskipun demikian, ide tersebut tidaklah sia-sia karena jika tidak sempat saya wujudkan, masih dapat diwariskan kepada generasi penerus saya untuk diwujudkan. Jika suatu ketika ada orang lain yang lebih dahulu berhasil mewujudkan ide yang kebetulan sama dengan ide saya, maka saya memberi tanda pada catatan atau sketsa ide tersebut untuk menghindari duplikasi.

Untuk memberikan gambaran yang lebih nyata, saya akan ceritakan beberapa kejadian yang saya alami dalam menangkap ide yang saya masih bisa mengingat detail kejadiannya :

1. Kincir tongkat jungkat-jungkit ( sekitar tahun 1976 )
Idenya muncul pada siang hari ketika saya menjaga padi di sawah sambil bermain-main dengan sebuah tongkat penggembala itik yang terbuat dari bambu. Yang melintas berupa bayangan berbentuk bambu runcing, jungkat-jungkit dan pancuran. Ide tersebut sudah terwujud dan sampai sekarang sudah mengalami 2 kali penyempurnaan.

2. Booster mesin ( sekitar tahun 1983 )
Idenya muncul ketika saya naik bis dari Muntilan ke Magelang, persisnya di depan Rumah Makan Cindelaras sebelum jembatan kali Belan. Yang melintas berupa bayangan sebuah pompa yang menghubungkan karburator dengan mesin mobil. Beberapa bulan kemudian, saya baru menyadari bahwa sudah ada orang lain yang lebih dahulu menemukan yang disebut dengan tubin booster ( turbo ). Bedanya, ide saya menggunakan piston dan bukan turbin. Selain itu, variabel yang mengatur kerja booster bukan tekanan gas buang melainkan beban torsi dan RPM pada poros mesin. Ide tersebut saya petieskan karena merupakan duplikasi dari ide orang lain yang sudah lebih dahulu diwujudkan dan dipatentkan.

3. Jemuran Pintar ( sekitar tahun 1984 )
Idenya muncul malam hari ketika duduk di teras. Yang melintas berupa bayangan rel gorden yang digantungi hanger dan baju. Ide tersebut baru ditindaklanjuti dan terwujud 21 tahun kemudian dan berhasil menjadi finalis peringkat 1 lomba LED 2005 tingkat nasional yang diselenggarakan oleh jurusan Teknik Elektro dan Informatika ITB.
4. Kolektor sinarmatahari sistim cluster dengan autotracking ( sekitar tahun 1995 )
Idenya muncul malam hari ketika sedang membuat gambar lingkaran menggunakan jangka. Yang melintas berupa bayangan antena parabola yang ditempelkan pada pegangan jangka. Ide tersebut rencananya akan saya buat prototypenya sekitar 2-3 tahun yang akan datang.

5. Program komputer ( sekitar tahun 2000 )
Masalah pemrograman yang sudah buntu selama lebih dari 1 minggu padahal dikejar deadline. Ide solusinya muncul ketika di perjalanan pulang dari tempat kerja. Yang melintas berupa bayangan tulisan / rumus dan suara mengeja tulisan tersebut. Teman sekantor yang saya bonceng sempat bingung ketika saya tiba-tiba menghentikan motor di pinggir jalan dekat lapangan golf. Mulai hari kerja berikutnya, pemrograman lancar berkat menggunakan ide tersebut.

6. Mesin Paijo generasi ke-2 ( Jumat, 28 Juli 2006 )
Merupakan penyempurnaan dari percobaan pertama yang belum berhasil dan tidak ada perkembangan selama lebih dari 5 tahun. Idenya muncul pada pagi hari ( sekitar jam 06.15 ) ketika sedang mandi. Yang melintas berupa bayangan prototype mesin pertama, pompa hidram dan ekor kucing silih berganti. Ide tersebut sedang dalam tahap pembuatan prototype ( sudah selesai sekitar 75 % ). Cerita lengkap kejadiannya ada di halaman MESIN STX-2.

7. Sepeda bermesin ( Okt 2006 )
Idenya aneh karena mesinnya tidak memutar roda atau baling-baling, bahkan tanpa rotor sama sekali. Idenya muncul malam hari ketika sedang cerita dengan anak saya tentang sepeda. Yang melintas berupa bayangan meriam bambu yang dipanggul seperti memanggul bazoka. Yang unik, desain mesin sepeda yang dimaksud ternyata tidak berhubungan dengan bentuk maupun cara kerja meriam bambu, melainkan modifikasi dari Mesin Paijo generasi ke-2 tersebut di atas. Prototype akan dibuat segera sesudah proyek Mesin Paijo selesai.

MERALISASIKAN IDE
Setelah ide kreatif berhasil ditangkap, pekerjaan belum selesai. Pekerjaan besar justru baru dimulai setelah adanya ide kreatif tersebut. Thomas A. Edison mengatakan :”Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan”. Ibarat orang berjalan, mempunyai ide kreatif barulah merupakan langkah pertama dan masih ada 99 langkah selanjutnya yang harus dijalani jika mau sukses. Namun demikian, ide kreatif sangatlah penting karena tidak mungkin ada langkah ke-2 sampai langkah ke-100 jika tidak ada langkah pertama.

Untuk mewujudkan sebuah ide kreatif, perlu usaha keras pantang menyerah. Terutama untuk ide yang rumit, canggih, dan perlu biaya banyak. Adapun kiat-kiat yang dapat dilakukan untuk melancarkan pekerjaan berat tersebut antara lain :

1. Membentuk team kerja
Untuk ide yang sederhana, dapat dikerjakan sendiri tanpa banyak hambatan. Sedangkan untuk ide yang rumit, canggih, dan perlu biaya besar, lebih bijaksana kalau dikerjakan oleh team. Prinsipnya musti win-win solution. Pembagian tugas selayaknya disertai dengan pembagian hasil yang adil. Jika perlu, gunakan konsultan ahli untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah yang berada di luar kemampuan team. Pengetahuan dan ketrampilan dari masing-masing anggota team hendaknya beraneka macam sehingga saling melengkapi satu sama lain.

2. Membuat rencana kerja
Rencana kerja yang detail dan jelas akan membantu meningkatkan efektifitas dan efisiensi waktu dan sumber daya yang ada. Peran flowchart dan time table sangat membantu untuk menentukan alur tercepat jika ada beberapa pekerjaan yang dapat dilakukan secara simultan.

3. Mencari dana
Tanpa dana yang cukup, pekerjaan tidak mungkin dapat dilakukan. Dana dapat bersumber dari kantong sendiri atau dari donatur ( sponsor ). Untuk meyakinkan donatur atau sponsor, musti ada dulu team kerja yang solid dan rencana kerja yang baik. Tanpa itu, tidak mungkin ada donatur atu sponsor yang bersedia mengucurkan dananya. Jika dana bersumber dari donatur atau sponsor, perlu diperhatikan perjanjian bagi hasil dan resiko yang adil dan transparan kecuali dana hibah. Hal itu untuk menghindari sengketa di kemudian hari.

4. Kerja keras
Supaya sukses, kita perlu kerja keras dengan mengerahkan segenap kemampuan secara 100 %. Jika tidak, maka kegagalan sudah menghadang di depan mata. Bagian ini sangat berat karena belum ada seorangpun yang berpengalaman membuat alat atau benda yang sedang kita kerjakan. Justru kitalah orang pertama yang akan memiliki pengalaman tersebut.

5. Menjaga semangat kerja
Menjaga agar tetap semangat dalam menghadapi berbagai kesulitan sangatlah penting. Sebelum dan selama bekerja, perlu ditanamkan keyakinan bahwa ide tersebut mungkin untuk diwujudkan. Harapan untuk memperoleh keuntungan ekonomi jika proyek berhasil bukanlah hal yang tabu dan terbukti cukup kuat mempertahankan semangat kerja. Namun yang paling kuat adalah jika kita bisa menikmati pekerjaan tersebut tanpa memikirkan untung ruginya. Pesta kecil untuk merayakan keberhasilan ujicoba komponen atau bagian alat juga dapat membantu memelihara semangat kerja.

6. Evaluasi dan pengujian
Setelah melewati tahap-tahap tertentu yang sudah direncanakan, musti dilakukan evalusi proses dan hasil kerja untuk peningkatan mutu proses pada tahap berikutnya. Pengujian komponen alat juga harus dilakukan secara bertahap begitu komponen tersebut selesai. Dengan cara ini, kegagalan yang tidak perlu dan konyol dapat dicegah.

7. Mengasah gergaji
Ini adalah kiasan untuk sentiasa mempertajam pengetahuan dan ketrampilan untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan ketrampilan teknis yang kita kuasai dibandingkan dengan tingkat kecanggihan dan kompleksitas ide kreatif yang akan diwujudkan. Untuk melakukannya perlu usaha keras selama bertahun tahun terutama jika kesenjangannya cukup jauh. Pembentukan team kerja dan penggunaan konsultan dapat membantu mengatasi kesenjangan yang takterjembatani namun perlu tambahan biaya.

Mengasah gergaji tersebut bukan baru dilakukan setelah ada ide, melainkan dilakukan terus-menerus untuk sebanyak mungkin bidang kerja yang sering melingkupi masalah-masalah yang kita minati untuk diteliti. Sebagai contoh, untuk eksperimenter teknologi tepat guna seperti saya, sebaiknya mempelajari mekanika, termofisika, termodinamika, elektronika, listrik dasar, logika, kimia dasar, ekonomi, komputer, gambar teknik, dsb. Jika tidak bisa menguasai sampai mendetail, setidaknya dasar-dasarnya. Adapun ketrampilan yang perlu dikuasai adalah semua skill yang berhubungan dengan pekerjaan kayu, logam, dan bangunan. Jika tidak bisa sampai mahir, setidaknya terampil.

Demikian pengalaman yang dapat saya bagikan kepada para neter dan semoga bermanfaat.
Sumber.http://paijo1965.wordpress.com/mencari-ide-kreatif/

Thursday, November 17, 2011

12 hotel aneh dan kreatif

Ide Kreatif, Unik dan Aneh
Koleksi hotel aneh dan kreatif yang berkomitmen untuk memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para tamu.

1. Hotel Apung di Swedia
Dari hotel ini, tamu dapat bekerja dan bersosialisasi dalam suatu lingkungan yang memberi inspirasi, menikmati makanan enak dan minuman, dan lalu jatuh tertidur karena suara debur ombak
Sumber. http://www.yatzer.com/1426_sweden%E2%80%99s_first_floating_hotel

2. Hotel Sand di Inggris
Dunia istana pasir pertama  pada hotel Weymouth pantai di Kota Dorset di Inggris.
Sumber.http://www.designboom.com/weblog/cat/10/view/3515/worlds-first-sandcastle-hotel.html
 
3. Hotel Hutan belantara di Meksiko
Rumah berbentuk V, tempat beristirahat hutan yang menakjubkan dekat desa nelayan di daerah tropis Meksiko Yelapa
 
Sumber.http://www.archdaily.com/3762/v-houses-heinz-legler/


4. Hotel Es di Kanada
Hotel es bersalju yang unik dan  menawarkan sebuah pengalaman khas dan tiada bandingnya yang menghilang di setiap musim semi.
 Sumber.http://www.hoteldeglace-canada.com/

5. Hotel Kapsul di Jepang
Hotel modern di mana ruang tamu berkurang dalam ukuran sebuah plastik modular atau blok bahan fiberglass, menyediakan ruang yang cukup untuk tidur.
 Sumber.http://en.wikipedia.org/wiki/Capsule_hotel

6.Bertahan hidup Hotel Pot Buah di Belanda 
Hotel Kapsul, yang terdiri dari pod buah untuk bertahan hidup di anjungan  minyak , terletak di sebuah kanal di Amsterdam
sumber. http://www.metronews.ca/halifax/live/article/146380
 
7.Hotel  Gua di Turki 
Hotel yang ini menawarkan suasana yang luar biasa tidak lazim dalam menetapkan suasana yang eksotik.  
Sumber.http://www.kelebekhotel.com/ 

8. Hotel Pesawat di Swedia 
Sekarang Anda dapat menghabiskan waktu malam di pesawat jumbo jet yang nyata ..
Sumber.http://www.kelebekhotel.com/ 

9.Hotel Rumah pohon di India
Liburan ramah lingkungan di hutan yang terletak di jantung kehidupan Mudumalai Sanctuary. dapat memberikan pengalaman indah dan yang luar bias. 
sumber.http://www.safarilandresorts.com/

10. Hotel Penjara di Jerman
Hotel bekas Penjara di Jerman  menawarkan kamar tamu yang ingin mngetahui pengalaman penjara yg nyata, dengan kemungkinan berjalan keluar kapanpun mereka inginkan.
Sumber.http://atelier29.blogspot.com/2008/10/prison-hotel-alcatraz-hotel.html

11. Hotel Bawah air di Fiji 
Dunia bawah laut resor pertama terletak di sebuah pulau pribadi di Fiji. Poseidon Resorts ini menawarkan petualangan menarik dengan akomodasi yang mewah
Sumber. http://www.poseidonresorts.com/ 
 

12. Hotel Saluran Pipa di Austria
Hotel yang dibangun dari pipa saluran sangat kuat. dengan di repurposed (format) sejuk,
sumber.http://www.dasparkhotel.net/


Sumber.http://www.toxel.com/inspiration/2009/07/18/12-unusual-and-creative-hotels/

Wednesday, November 16, 2011

OVO-4 Home Flight Simulator (Simulasi Rumah Pesawat Terbang)

Ide Unik


Perhatian, silahkan, mereka yang berencana untuk belajar bagaimana menerbangkan pesawat saat ini ville memiliki pilihan lain KECUALI untuk anda yang pergi ke sekolah penerbangan. Rencana alternatif Anda adalah untuk mempelajari penerbangan di rumah med ovo-4 Rumah Flight Simulator (Simulasi Rumah Pesawat Terbang)

Ini fitur kokpit yang seukuran, juga dengan tempat duduk, jendela tiruan dan Perlengkapan lain dengan tingkat KESESUAIAN seperti melihat dalam pesawat nyata. Sebagai suatu Bonus tambahan, tabung
alat yg berbentuk  pot membuat Anda merasa seperti Anda benar-benar terbang di udara, dengan guncangan buatan, terhuyung selama lepas landas gemuruh mesin dan cahaya-perubahan di dalam kokpit. Namun, dengan adanya semua hal ini, indah, dengan perangkat alat tentu akan dikenakan biaya uang yg cukup banyak £ 35,995. Jadi Apakah Anda akan mencoba ovo-4? Sebelum mencoba mesin tersebut diharakan memiliki banyak uang terlebih dahulu.

Sumber: http://www.inewidea.com/2011/11/15/41772.html

Search This Blog

Loading...